“Mod ask” Rumah Adat Suku Moskona Hadir di Festival Hutan Adat Kabupaten Teluk Bintuni

“Mod ask” Rumah Adat Suku Moskona. (SAMDHANA/Yunus)

Merdey 20 Oktober 2024.

Riuh suara nyanyian bersahutan dari masyarakat adat suku Moskona terdengar ramai di rumah tradisional setinggi 20 meter yang dibangun di vanue Festival Hutan Adat 1 di Suku Moskona. Rumah ini oleh Masyarakat Adat Suku Moskona disebut dengan “Mod ask” atau rumah tinggi.

Bapak Petrus Ogoney – Tokoh Adat Suku Moskona menjelaskan,  bahwa dulunya Masyarakat Adat Suku Moskona tinggal di rumah adat ini sebelum mengenal agama dan tersentuh pembangunan. Setelah tersentuh pemerintah dan agama mereka dipindahkan ke satu tempat sehingga layanan Pendidikan, Kesehatan dan agama dapat dilakukan secara mudah.

Melihat Mod ask lebih dekat kita akan terkagum-kagum. Sepintas Mod ask mirip dengan rumah kaki seribu di Suku Hatam dan Meyah yang mendiami pegunungan arfak. Bedanya menurut Masyarkat Adat Suku Moskana, adalah pada cara mengikat dan penataan tungku api di dalamnya. Rumah tinggi di Suku Moskona dapat dibangun sampai luas 8m x 10 meter dan di dalamnya berisi lebih dari 4 keluarga. Tidak terdapat bilik/kamar-kamar, tetapi di setiap sisi luar disediakan tempat sebagai toilet. Sisi kiri luar adalah tempat toilet laki-laki, sedangkan sisi kanan luar adalah toilet perempuan. Bangunan ditopang oleh beberapa batang pohon besar sebagai tiang raja. Sedangkan setiap tiang dan bangunan dibangun dengan ikatan rotan yang kuat dan beratapkan anyaman daun sagu.

Lebih lanjut Bapak Petrus Ogoney menjelaskan, dulunya Masyarakat Adat Suku Moskona hidup secara soliter di dusun masing-masing. Jarak rumah tinggi yang satu dengan rumah tinggi lain cukup berjauhan. Rumah dibangun tinggi sejalan dengan kepercayaan dan situasi terutama pertimbangan keamanan pada saat perang atau serangan binatang. Rata-rata rumah tinggi bertahan antara 2 – 3 Tahun dan masyarakat akan membangunnya kembali dan berpindah.

Saat ini sudah tidak ditemukan rumah tinggi di Suku Moskona. Hampir semua bangunan rumah dan Gedung menggunakan gaya kontemporer dan berbahan material beton dan kayu merbau (Mer dalam bahasa Moskona). Sehingga Masyarakat Adat Suku Moskona sangat antusias dan bahagia menaiki rumah tinggi yang dibangun di area festival. Rasa bahagia ini bisa kita rasakan dari vibe semangat tarian dan lagu yang lantunkan. Juga dari lengkap-nya pakaian adat yang digunakan oleh perempuan dan laki-laki.

Ayub Asmorom, salah satu tokoh pemuda sekaligus panitia dari Festival Hutan Adat mengatakan bahwa “Mod ask merupakan dasar fondasi budaya suku Moskona. Sehingga penting bagi generasi suku Moskona untuk memahami rumah ini dan menjaganya. Bangunan ini dibangun secara swadaya oleh Masyarakat dalam waktu hampir 3 minggu.”

“Karena ini rumah asli yang harus ditunjukan di Festival,” tutupnya.


FOTO: Rumah Adat komunitas adat Suku Moskona, khususnya Marga Ogoney di Distrik Merdey, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Rumah adat ini dibagun kembali sebagai rangkaian serangkaian kegiatan Festival Hutan Adat Pertama di tanah Papua 2024. Oktober, 2024. (Febelina Turot)