Bersama Bantu Korban Puting Beliung

Oleh Naely Himami

Sebagai negara yang rawan berbagai bencana alam, Indonesia sudah akrab dengan kejadian angin puting beliung, utamanya saat peralihan musim. Seperti halnya yang terjadi pada 4 Mei 2024, hujan deras sepanjang malam disertai angin besar melanda kawasan Bandung dan sekitarnya, termasuk di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Angin kecang melanda kawasan permukiman padat penduduk yang tergolong kawasan permukiman kumuh.

“Pada saat kejadian, hujan deras langsung turun disertai angin besar dan atap berterbangan entah kemana, sehingga air hujan, mengalir deras masuk dalam rumah. Air dari atas langsung menyebabkan banjir dalam rumah. Untungnya, saya dan anak-anak sedang berada di bawah (lokasi lain-red) pada saat kejadian, jadi tidak ada korban jiwa”, kata Yayan Juansah, warga Desa Dayeuhkolot.

Setidaknya, dilaporkan sebanyak 19 rumah terkena dampak angin besar, mengalami kerusakan antara lain atap rumah warga terbang dan hancur, dinding berlubang, tiang penyangga roboh sehingga 19 rumah tidak aman untuk ditinggali dan memerlukan perbaikan.

“Atapnya langsung terbang-terbangan pada saat kejadian hujan angin itu, sehingga air masuk dalam kamar dan menjatuhkan barang-barang yang ada di teras. Keesokannya langsung diperbaiki, khawatir mencelakai kalau masih ada atap yang berlubang. Sekarang Alhamdulillah sudah mendingan, terlindungi dari sinar matahari langsung dan hujan,” kata Teti, warga Desa Dayeuhkolot.

Penyaluran Bantuan Kerahkan Relawan

Relawan VCA Youth Daygreen menyalurkan bantuan dari Emergency Fund dari Samdhana Institute melalui SPEAK Indonesia kepada para korban. Pada 18 – 21 Mei 2024, tim VCA Youth Daygreen melakukan pengadaan dan pendistribusian bahan logistik (sembako) dan bahan bangunan, dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).

Tercatat, bantuan ini menyentuh 75 jiwa di Desa Dayeuhkolot yang didapat melalui proses monitoring dan survei lapangan. Tim survey melakukannya dengan kunjungan rumah dan edukasi dasar tanggap bencana. Monitoring ini dilakukan sekaligus memastikan kembali kebutuhan dari masing-masing warga.

Tim VCA Youth Daygreen juga melibatkan pemerintah Desa dan pengurus RT/RW untuk memastikan bahwa bantuan tersampaikan tepat waktu dan efektif bagi mereka yang membutuhkannya.

Selain itu, tim relawan juga berinteraksi dengan pemilik rumah, dan menyampaikan paket sembako secara langsung kepada setiap keluarga, memastikan bahwa isinya sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masyarakat.

Selama proses ini, tim juga merangkul para korban untuk berbagi kekhawatiran terkait bencana yang dialami. Pendekatan ini tidak hanya memastikan distribusi yang merata dan adil, tetapi juga memungkinkan tim VCA Youth Daygreen untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat setempat dan menguatkan ikatan dengan komunitas.

Dayeuhkolot Bangkit Kembali

Berkat bantuan yang diterima, warga membangun kembali tempat tinggal mereka. Setidaknya, 24 rumah, 1 masjid, dan sejumlah sarana umum berupa tempat wudhu dapat diperbaiki.

Warga saling bergotong royong memperbaiki rumah dan sarana umum dengan peralatan yang tersedia. Tenaga pengawas dari warga juga disiapkan, untuk memantau progres pekerjaan yang bertugas melakukan kunjungan (keliling) ke rumah- rumah yang sedang diperbaiki, yang tersebar di beberapa RT dan dengan jarak cukup berjauhan. Selama perbaikan, tim VCA Youth juga mempersiapkan Alat P3K jika pada saat perbaikan terjadi kecelakaan kerja.

Meskipun perjalanan pemulihan mungkin masih panjang, namun semangat gotong royong dan solidaritas yang tercipta dalam proses ini memberikan harapan bagi masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Desa Dayeuhkolot yang terdampak.

FOTO: Pendataan dampak angin kencang dan hujan deras di wilayah Dayeuhkolot, Kab.Bandung yang menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah warga, 4 Mei 2024. (dok. VCA Youth Daygreen)


Artkel ini ditulis dan disarikan dari laporan Emergency Fund VCA Youth Daygreen melalui SPEAK Indonesia. Penulis: Naely Himami | Editor: Anggit Saranta.